Aku senang dia adalah temanku, dia selalu ada untukku, saat2 bersamanya selalu menjadi saat2 terindah bagiku.. kuhabiskan hari2ku selalu bermain bersamanya, bahagiaku karenanya, sedihku dihapusnya, dan keraguanku dijawabnya.. hanya kadang dia meninggalkanku, kucarinya kemana-mana, kupanggilkan namanya, kutuliskan surat untuknya, kutunggu dan kutunggu, tak ada kabar, tak ada suara, tak ada dirinya.. sepi dan hampaku.. Tapi saat dia kembali, aku merasakan kegembiraan luar biasa, aku merasakan hidupku berseri, dan semua berjalan sesuai adanya, aku hidup kembali.. orang tuaku membencinya, nenekku tak menganggapnya, tapi aku membelanya.. kakak2ku mengacuhkannya, teman2ku tak mengindahkannya, tapi aku berdiri untuknya.. guruku mengusirnya, dan pembimbingku tak mau kuberhubungan lagi dengannya, tapi aku tetap menginginkannya.. bersikeras bahwa dia bersahabat.. bersikukuh bahwa dia ada.. karena dia memang ada.. bukan untuk keluargaku, bukan untuk teman2ku, bukan untuk guru2ku, dia ada hanya un...