THOMAS

Aku senang dia adalah temanku,
dia selalu ada untukku,
saat2 bersamanya selalu menjadi saat2 terindah bagiku..

kuhabiskan hari2ku selalu bermain bersamanya,
bahagiaku karenanya,
sedihku dihapusnya,
dan keraguanku dijawabnya..

hanya kadang dia meninggalkanku,
kucarinya kemana-mana,
kupanggilkan namanya,
kutuliskan surat untuknya,
kutunggu dan kutunggu,
tak ada kabar,
tak ada suara,
tak ada dirinya..
sepi dan hampaku..

Tapi saat dia kembali,
aku merasakan kegembiraan luar biasa,
aku merasakan hidupku berseri,
dan semua berjalan sesuai adanya,
aku hidup kembali..

orang tuaku membencinya,
nenekku tak menganggapnya,
tapi aku membelanya..

kakak2ku mengacuhkannya,
teman2ku tak mengindahkannya,
tapi aku berdiri untuknya..

guruku mengusirnya,
dan pembimbingku tak mau kuberhubungan lagi dengannya,
tapi aku tetap menginginkannya..
bersikeras bahwa dia bersahabat..
bersikukuh bahwa dia ada..

karena dia memang ada..
bukan untuk keluargaku,
bukan untuk teman2ku,
bukan untuk guru2ku,
dia ada hanya untukku..
dia ada di benakku..
dialah Thomas-ku..

Thomaskulah yang membuatku melupakan segala kesedihan dunia yang lugu,
Thomaskulah yang membuatku mengacuhkan semua hal yang tidak penting untukku,
Thomaskulah yang membawaku ke titik ini dalam hidupku,

Saat ini kusadari,
Thomas adalah ciptaanku,
Thomas adalah khayalanku,
Thomas adalah bagian dari imajinasiku,
dan Thomas yang membuatku menyadari..

Mengapa
aku menjadi sangat tertarik pada hal2 biasa..
aku suka habiskan waktu berjam-jam hanya memandang..
aku merasa tidak cocok dalam dunia..

Mengapa
aku merasa jauh dari keluargaku..
aku merasa marah setiap waktu..
aku merasa hidup sendiri dalam duniaku..

Mengapa
aku duduk disini,
dan menulis tentang ini..
aku menerima diriku seperti ini..

Thomasku..
adalah autisku.

Comments

Popular posts from this blog

Penyesalan itu datang di akhir, kalau di awal itu Pendaftaran

BUCKET LIST

MENGEJAR MAS MAS