SEPEDA

Bapak itu sedang mengajarkan anaknya cara menaiki sepeda,
sang anak, dengan ceria tertawa sambil mencoba mengayuh sepedanya sekuat tenaga..

Beberapa kali bapak itu mendorong sepeda itu menjauh darinya, sementara sang anak konsentrasi untuk menjaga sepedanya tetap seimbang, dia tidak mau jatuh lagi untuk ketiga kalinya...
raut wajah sang bapak tampak cemas melihat anaknya mengayuh sepedanya terombang ambing..
mulai menjauh darinya..

Sesekali sang bapak tampak ingin berlari menuju anaknya.. ingin rasanya terus memegang sepeda itu..
menjaga agar anaknya tidak jatuh.. tidak perlu mengalami sakit.. tidak perlu berdiri sendiri..
karena dia akan selalu ada di samping anaknya.. menjaganya sepenuh hati.
karena demi anaknya dia akan berbuat apa saja..

Tapi dia teringat kembali permintaan anaknya beberapa bulan lalu,
"Pak, aku mau naik sepeda ke sekolah ! teman-temanku semua sudah naik sepeda sendiri ke sekolah. Masa aku terus-terusan dianter bapak ke sekolah ? Kan malu Pak, sama teman-teman.."

Permintaan itulah yang membuatnya mengambil pekerjaan tambahan di waktu malam, satu-satunya waktu istirahatnya..
permintaan itulah yang membuatnya berpeluh keringat dari pagi sampai pagi lagi,
membuatnya memaksakan dirinya untuk terus bekerja, mengirit tidak makan siang dan malam selama bekerja..
membuatnya sakit selama seminggu, tapi sesakit apapun dia, tetap harus bekerja terus setiap hari selama dua bulan ini..
karena untuk makan pun dia harus berbagi dengan istri dan anak-anaknya..
karena untuk biaya sekolah anaknya pun dia sudah kesulitan setiap bulannya..
karena untuk membeli sepeda jaman sekarang, sudah tidak cukup hanya dengan mengandalkan pemasukan dari seorang pengepul kayu bakar.

Syukurlah, kerja kerasnya selama dua bulan itu bisa berhasil.
Semua jerih payahnya terbayarkan saat ini..
melihat anaknya sangat bahagia saat mengayuh sepedanya.. menjauh darinya.. tidak jatuh lagi..
Semua rasa capai dan sedihnya terasa hilang saat ini..
melihat anaknya berjalan sendiri.. bertambah besar.. dan sekarang, bersepeda sendiri..

Waktu pun berlalu.....

Sang anak sudah tumbuh besar menjadi seorang pemuda yang sukses,
dia sudah memiliki status dalam masyarakat.. memiliki usaha yang cukup berkembang..
memiiliki penghasilan yang lebih dari cukup untuk dirinya, sang istri dan anak-anaknya..

Dia tumbuh menjadi wiraswastawan yang pintar dalam usahanya,
bisa melihat peluang dan berani mengambil resiko..
itulah yang membuatnya sukses selama ini.

Dia mengenang kembali sang bapak yang telah tiada..
hari ini,
saat anaknya memintanya untuk membelikan sebuah sepeda..
kesedihan kembali meratapinya..

Dia teringat saat sang bapak memberikannya sepeda pertamanya,
saat sang bapak mendorongnya di atas sepeda dan menjaganya agar tidak jatuh..
terus menyemangatinya saat dia menangis karena jatuh untuk kedua kalinya..

Dia sadar sekarang betapa berat perjuangan sang bapak memenuhi permintaannya saat itu..
sadar akan hari-hari sebelum sang bapak membawa sepedanya, sang bapak tidak pernah ada di rumah..
dia hanya melihat bapaknya sudah siap mengantarnya pagi-pagi ke sekolah..
dulu dia tidak mengerti..
mengapa bapaknya tidak pernah bermain lagi dengannya sepulang kerja,
mengapa bapaknya tidak pernah membacakan lagi cerita untuknya sebelum tidur..
mengapa bapaknya hanya ada saat dia diantar ke sekolah..

Sekarang dia mengerti,
tanpa perlu sang bapak ceritakan..
tanpa perlu keluh kesah sang bapak..
bahwa itulah artinya menjadi bapak.
mencintai tulus, berjuang sekuat tenaga, berusaha memenuhi permintaan anaknya..
seberapa konyolnya permintaan dia saat itu...

Dia mengenang saat itu sebagai suatu wujud..
wujud cinta sang bapak kepada sang anak..
yang sekarang, akan dia teruskan kepada anaknya..

....
 
Seperti cinta sang bapak pada sang anak,
seperti itulah cinta para pendahulu kita,
berjuang demi kita,
berpeluh keringat dan darah demi kita..
jangan menyesali keadaan kita sekarang,
sekonyol-konyolnya kehidupan kita saat ini..
karena itulah wujud cinta mereka kepada kita.

MERDEKA !!

Comments

Popular posts from this blog

Penyesalan itu datang di akhir, kalau di awal itu Pendaftaran

BUCKET LIST

MENGEJAR MAS MAS