SUPERMAN COMPLEX
Pernah dengar yang namanya "Superman Complex" ?
Itu salah satu penyakit mental atau kelainan psikis yang bisa diderita oleh manusia.
Kalau kata om Wiki sih itu suatu hal yang banyak terjadi di jaman komik Superman dulu pertama kali muncul.
Nah, buat yang ngga ngerti Superman itu apa, gw saranin nonton deh tu film "Superman Returns" yang baru diputar di bioskop kesayangan anda... atau cari dvd film tahun 80an yang berjudul Superman, Superman II, Superman III, dll yang masih diperankan oleh sang legendaris Christopher Reeves - yang menurut gw sosok Superman abissss.. ngga bakal terganti banget deh dia, walaupun kenyataannya sekarang dia harus hidup di atas kursi roda akibat kelumpuhan yang dideritanya.. you're still and always will be a Superman for me.
Balik lagi ke Superman Complex, jaman komik Superman pertama kali keluar dan nge-hits banget, banyak sekali anak-anak maupun orang dewasa yang menganggap dirinya manusia super (super-man) dan tak terkalahkan sehingga justru sering mencelakakan dirinya maupun orang-orang di sekitarnya dengan pola pikirnya itu.
Disinilah istilah "Superman Complex" itu muncul. Dan istilah itu terus berkembang sehingga artinya secara keseluruhan adalah:
Suatu kelainan psikis dimana seseorang menganggap dirinya adalah seorang manusia super yang mempunyai kelebihan dari manusia lain di sekitarnya sehingga membuat dia berpikir dirinya kebal dari apapun dan tidak terkalahkan.
Dari pemikiran itulah muncul sifat "super-heroik" yang membuat dirinya berpikir bahwa kelebihan yang dimilikinya mewajibkan dirinya untuk menolong sesamanya yang mengalami kesulitan.
"Superman Complex" juga sering diartikan sebagai seseorang yang sangat perfeksionis dalam pekerjaannya sehingga membuat dirinya menganggap bahwa pekerjaan yang dilakukan orang lain tidak akan sebagus apabila pekerjaan itu dilakukan oleh dirinya. Dia akan menjadi seorang "workerholic" yang tidak puas akan hasil pekerjaan orang lain, jadi dia menghabiskan waktu dan tenaganya untuk mengerjakan semuanya sendiri.
Yang gw garis bawahin disini adalah pemikiran bahwa adalah suatu kewajiban/keharusan bagi dirinya untuk menolong sesamanya yang mengalami kesulitan.
Itu yang jadi masalah besar untuk gw.
Sebenarnya sih kriteria yang lain itu juga masuk dalam kepribadian gw, karena gw jg seorang perfeksionis yang menganggap semua akan lebih baik apabila dikerjakan sendiri.
Begitu juga dengan kelebihan gw dari orang lain, gw kan lebih hebat dari orang lain, lebih ganteng, lebih baik, pokoknya lebih semua-mua deh.. (hati-hati, kepedean yang berlebihan bisa menyebabkan gede kepala sehingga tidak masuk helm.. Adi, ayuk kita main lagi.. *iklan jadul*).
Seperti yang gw sebut di atas, bahwa yang jadi masalah buat gw itu sikap HARUS menolong sesama yang kesulitan itu. Gw tidak tahu bagaimana sifat itu gw dapatkan, apa yang menjadi faktor pencetusnya dan mengapa tidak bisa gw hilangkan.
Yang gw tahu itu kalau gw ketemu orang yang mengalami kesulitan, bawaannya pengen nolong terus. Padahal sebenarnya gw tidak tahu apa orang itu benar membutuhkan pertolongan gw atau cuma memperdayakan gw.. yaah, hati manusia sedalam lautan... eh, lebih dalam deh.. soalnya dalam lautan bisa diukur, dalamnya hati siapa yang tahu?
Gw yakin diluar sana juga banyak orang yang mempunyai kelainan mental seperti gw ini. Mungkin ada yang benar-benar ikhlas menjalaninya sehingga merasa bersyukur memiliki sifat seperti ini. Dapat karma baik - dapat berkah dari orang-orang yang ditolongnya (cekidot tulisan gw soal karma - karmaphala itu ada men.. nyata).
Tapi gw rasa banyak juga yang merasa terganggu dengan sifat ini, terutama bagi orang-orang yang memang hidupnya sudah sulit dan dengan kewajiban menolong orang, dia pasti harus mengorbankan sebagian atau bahkan semua kepentingan diri sendiri demi menolong orang tersebut. Kacau kan?
Teman baik gw pernah bilang, kalau dia berprinsip menolong sesama itu ketika dia bisa. Kalaupun terpaksa yaa tetap memikirkan kepentingannya sendiri juga. Contohnya, apabila temannya kelaparan tidak bisa membeli makan, dan dia hanya bisa membeli makan 1 piring. Dia akan membagi makanannya untuk mereka makan bersama. Walaupun hasilnya tidak ada yang benar-benar kenyang diantara keduanya, tapi setidaknya mereka dapat makan saat itu.
Benar juga sih, malah gw jadi merasa sangat salah untuk berpikiran bahwa gw mau memberi piring makan gw untuk orang lain itu sehingga orang itu kenyang, walaupun gw ngga makan. Karena menurut gw, tidak ada yang kenyang sama dengan tidak ada hasil nyata. Aneh yaa pemikiran gw?
Itulah yang banyak membuat gw mengorbankan kepentingan gw demi orang lain, sehingga gw ngga dapat menghasilkan apa-apa selama gw bernafas ini, kecuali budi baik dan kenangan indah bagi orang-orang yang pernah bersentuhan dengan hidup gw.
Terus mau sampai kapan?
Pertanyaan abadi yang selalu dilontarkan orang tua ke kita apabila kita belum memiliki pencapaian apa-apa sampai saat ini.
Hmm.. pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab. Apalagi sifat ini sudah seperti mendarah daging dalam hidup gw. Jadi agak susah berkembang apabila harus terus berkorban demi orang lain.
Ada sih karma-karma baik yang gw dapat selama melakukan kebaikan-kebaikan tersebut. Tapi entah kenapa rasanya semua itu ngga sebanding dengan pengorbanan yang gw berikan.
Kurang ikhlas mungkin, tapi kalau orang lain bisa memikirkan dirinya sendiri, mengapa gw ngga bisa?
Susah banget tapinya untuk meninggalkan perasaan untuk menolong orang itu.
Contohnya aja dalam kehidupan percintaan gw akhir-akhir ini, entah kenapa gw selalu memilih untuk dekat sama orang-orang yang butuh pertolongan. Yang memang mencari sosok penolong dalam hidupnya.
Dan gw bertekad banget untuk menolong dia membangun kembali hidupnya.
I am the man who will fight for your honor, I'll be the hero that you're dreaming of..
Walaupun berakhir dengan sakit hati gw karena dia lebih memilih untuk tetap rusak dan tidak mau menerima pertolongan gw.. hiks.
Padahal segitunya gw udah mengorbankan segala-galanya untuk dia.
Bodoh.
Bego kata teman gw.
Dudung van dodol.
Oon bin oneng.
Macam-macam deh omelan yang gw terima karena tetap menjalani hubungan itu walau mereka sudah memberi tahu dari awal bahwa itu salah.
Yaah, maklum.. gw kan Superman kompleks men. Hahaha (ketawa sambil nangis karena mendaftar untuk menyesal - baca tulisan "Penyesalan itu datang di akhir, kalau di awal itu Pendaftaran").
Lebih parahnya lagi ketika pertolongan gw terhadap yang satu merupakan hal yang membuat orang lain merasa tersakiti.
Apa karena waktu gw yang berkurang untuk seseorang dengan adanya waktu yang gw habiskan untuk menolong orang lainnya?
Seringkali hal itu terjadi dan membuat gw justru berpikir panjang apa sebenarnya menolong orang itu suatu kesalahan atau memang gw yang salah dalam pemilihan tindakan?
Seperti makan buah simalakama kata orang-orang jaman dulu.
Dimakan Bapak mati, ngga dimakan Ibu mati. Dan pilihan itu harus dibuat.
Ini yang membuat gw bersikeras ingin menghilangkan sifat Superman dalam diri gw.
Because I'm not Superman.. heck, I'm not even a Superman wannabe. Then why should I do that? I don't even have the capability to help others without sacrifying myself.
Tidak seperti orang lain yang memiliki kelebihan materi, waktu, dan tenaga tetapi juga memiliki kekurangan keinginan untuk menolong sesama alias pura-pura bego dan jadi seorang "egois yang dibenarkan".
Sekarang, solusinya apa?
Menurut pembahasan di salah satu artikel online, penyakit "Superman Complex" ini bisa disembuhkan dengan terapi yang menyadarkan penderitanya bahwa ia merupakan manusia biasa. Sama seperti orang lain. Tidak lebih hebat, kebal, kuat, dll.
Jadi kalau untuk gw, harus ada kesadaran bahwa gw juga butuh pertolongan sama seperti orang lain di sekitar gw dan gw tidak memiliki kelebihan yang mengharuskan gw menolong orang lain.
It's a tough one, but at least I'll have to give it a try.
Besides, I've accomplished nothing at this point of my life.. and that's freaking me out, since I've lived almost half of my life on this f@#kin' earth (the average human life is 70 years, and I'm in my early 30s - sh#t).
Ayo.. ayo.. saatnya berubah teman-teman Supermanku..
Berubah !! (Tangan disilang ke atas dan diputar ke samping) - jadi deh pahlawan bertopengnya Shincan. X_x
Comments
Post a Comment