NESTER

Bukan sulap bukan sihir, bukan juga tipu muslihat, tapi nester itu bukan nama sejenis makanan dari tepung yang dalamnya isi selai manis dan biasanya dijual di hari raya.. (itu nastar guoblooookkk).

Ah, kalau begitu apa donk nester itu?
Apabila ditelaah dari suku kata perkata, nester itu terdiri dari kata nest (sarang) dan er (pelaku).
Jadi kalau digabung, pelaku sarang... alias saranghae ngseo keseleo... yaelah kagak nyambung.
Pembuat sarang kali yaa.. hmm.. mungkin lebih pasnya itu orang yang suka "nyarang" - suka membuat suasana seperti sarang di suatu tempat.

Ciri-ciri orang yang suka "nyarang" ini adalah dia suka meninggalkan jejak kemana dia pernah tinggal, menetap ataupun hanya berada di suatu rentang waktu dalam suatu lokasi.

Seperti teman gw yang di kosannya penuh dengan barang-barang yang memiliki sedikit banyak ciri khasnya dimana-mana.
Puntung rokok dimana-mana, baju di setiap pojokan kamarnya, pokoknya semua hal yang berceceran disitu sangat mencerminkan dirinya yang suka situasi chaos dan "nyarang" ngga karuan.

Nah, selain di atas, ada juga artian nester yang sengaja melakukan "nyarang" untuk menstabilkan atau meng-establish-kan keberadaannya dalam suatu lokasi.
Maksudnya disini adalah sang nester akan menaruh barang-barang miliknya di tempat yang bukan miliknya sehingga dengan berjalannya waktu tempat itu juga akan menjadi seperti miliknya juga.
Seperti yang gw dan teman-teman gw lakukan waktu dulu ke kosan teman gw yang satu lagi.. maap bro, tapi kita perlu mabes (markas besar) untuk gang kita waktu itu.. dan loe tu bapaknya anal-anak !! Hahaha.

Dengan melakukan tindakan nesting seperti ini, gw dan teman gw bisa merubah kos pribadi teman gw menjadi markas besar bagi gang gw waktu itu. Gw meninggalkan jejak-jejak yang membuat tempat itu menjadi tempat milik gw juga. Seperti asbak banjar (asbak dari batang bambu +/- 30 cm yang dibelah dua - memanjang, dengan kapasitas rokok yang ditaruh hingga 30 batang, dan kapasitas puntung sekitar 300 biji), bantal, guling, dll.
Jadi lama-kelamaan kos teman gw berubah menjadi kos yang ditempati banyak orang. Karena barang-barang disitu mencerminkan hal tersebut.
Kasihan juga sih teman gw jadi kehilangan waktu pribadinya karena kosnya berubah menjadi tempat mangkal gang.
Tapi memang hal itu perlu dilakukan.
Dan gang gw bertahan kuat karena ada markas besar tetap.. tetap bukan berarti tempatnya, tapi tetap mengikuti kemana teman gw pindah kos.. hahaha. Kasihan juga dia, kemana dia pindah, gw dan anak-anak selalu "nyarang" lagi sehingga kosannya kembali menjadi mabes lagi.. X_x kejaaaammmm.

Nester juga bisa terjadi dalam hal berhubungan dengan lawan jenis a.k.a. pacaran.
Kalau dalam konteks pacaran, seorang nester akan senantiasa (senang dan terbiasa) untuk meninggalkan jejak-jejaknya di tempat kekasihnya. Agar kekasihnya selalu teringat akan dirinya dan tidak bisa membayangkan hidup tanpa bayangan-bayangan kekasihnya di dalam tempat tinggalnya.
Menurut urbandictionary.com, nester ini bisa didefinisikan sebagai berikut: A girl who buys lots of things for her boyfriend or gives him lots of large photos of her so that he will feel especially bad if he wants to break up with her.

Jadi sang kekasih akan selalu ingat sama pacarnya kalau dia tidur - ada foto pacarnya di tembok kamar, kalau dia sisiran - ada seperangkat alat kosmetik di depan kaca meja riasnya, kalau mau mandi - ada sikat gigi pacarnya di samping sikat giginya.. lho koq mandi tu sikat gigi? Maklum, gw terbiasa tiap mandi pasti sikat gigi juga, bukan sikat biji lho yaa... ;P

Salah satu tujuan lain dari seorang kekasih nester adalah meminimalisasi kemungkinan kekasihnya melakukan perselingkuhan.
Coba bayangkan kalau membawa cewe lain yang baru pedekate ke kosan yang penuh barang-barang cewe loe.. apa ngga jadi illfeel tu cewe selingkuhan loe?
Apalagi kalau lagi speak-speak tau-tau dia nemuin barang-barang yang cewe banget seperti lipstick, eyeliner, foundation, cleanser, dll... (buset koq gw hapal yaa?)
Nah, kalau melihat barang-barang kosmetik seperti itu, maka gebetan baru itu akan langsung marah dan meledak karena menyadari dirinya telah ditipu buaya bermuka serigala berbulu domba berhidung babi... (hahaha lengkap banget dah).
Satu-satunya jalan berkelit bagi buaya itu adalah mengakui.. bahwa dirinya mempunyai kelainan memakai kosmetik perempuan sebagai hobi..
Dan gagallah rencana busuk sang buaya untuk berselingkuh ria.
Iyalah, cewe seabnormal atau seoneng mana yang masih mau jalan sama cowo kelainan begitu?

Nah udah paham kan maksud dan tujuan sang kekasih nester.
Maksudnya baik kok. Bukan macam-macam. Mereka cuma ingin sang kekasih untuk terus mengingatnya sehingga cinta mereka bisa terus bertahan melalui waktu dan meminimalisir terjadinya perselingkuhan.. karena perselingkuhan terjadi bukan hanya karena ada niat, tetapi juga karena ada kesempatan.. waspadalah, waspadalah.
*bang napi wannabe*

Comments

Popular posts from this blog

Penyesalan itu datang di akhir, kalau di awal itu Pendaftaran

BUCKET LIST

MENGEJAR MAS MAS