BEST MAN
Pernah dengar tentang kutukan "Best Man"?
Nah, skrg gw akan bahas mengenai kutukan itu.
Kutukan "Best Man" merupakan hal yang paling menyedihkan dalam sebuah pernikahan yang indah. Dalam sejarahnya, kutukan "Best Man" terjadi dalam beberapa dekade terakhir. Pertama kali terjadi dalam kehidupan seorang Rijchie Van Bootenmorg.. Dia merupakan seorang sahabat baik bagi temannya yang ingin melakukan pernikahan dengan calon istrinya yang sangat cantik. Karena temannya tidak mempunyai calon lebih baik untuk menjadi "Best Man" dari teman baiknya itu, maka dia memilihnya untuk menjadi "Best Man" di pernikahannya.
Setelah semua acara pernikahan yang indah itu berlangsung, sang "Best Man" pun pulang ke rumahnya. Dan di rumahnya dia menemukan tunangannya sedang melakukan hal-hal yang tidak baik baginya di atas ranjangnya.. Dengan teman baiknya..
Dan kutukan itu pun terlengkapi, dengan berakhirnya kisah cinta sang "Best Man" dengan tunangannya yang sudah saling mengasihi selama 14 tahun.
Nah, dari situlah kutukan itu berawal. Kutukan "Best Man".
Dimana ketika seseorang menjadi "Best Man" bagi temannya dalam sebuah pernikahan, disitulah kisah cintanya akan berakhir. Dan takkan pernah beruntung lagi dalam sebuah percintaan serius.
Kutukan "Best Man"
Disini gw mau mengetengahkan bahwa kutukan itu benar-benar ada. Dan kutukan itu menyertai gw.. Dalam 3 kehidupan percintaan ke depan.
Pertama kali menjadi "Best Man", gw dipilih oleh paman gw yang menyatakan bahwa gw merupakan keponakan terbaik dari semua keponakannya.
Gw merasa bangga atas hal itu, dan tanpa berpikir panjang langsung menyetujui hal itu.
Tanpa mengetahui pula bahwa hal itu akan menjadi sesuatu penyesalan bagi gw di masa mendatang..
Setelah acara itu selesai, sesuai kutukan yang terjadi, gw putus sama pacar gw.
Pacar selama 3 tahun. Pacar yang gw kenal orang tuanya dengan baik, dan menyetujui gw menjadi calon suaminya karena mereka kenal dengan orang tua gw yang notabene merupakan orang terkenal di lingkungan gw sebagai keluarga yang baik-baik dan terkenal di lingkungan gereja.
Hmm.. Percaya ga percaya, kutukan itu ada.
Kalau belum percaya, mungkin perlu didengar cerita kedua. Cerita ini berawal dari paman gw yang satu lagi.
Begini, gw mau menceritakan dulu bahwa paman gw cuma ada dua, yang lainnya merupakan tante gw. Maklum, kakek gw merupakan orang yang agak "bandel" maka dari itu anak-anaknya kebanyakan wanita semua, tante-tante gw.
Nah, sejak dari paman gw yang paling tua, yang memilih gw jadi "Best Man", paman gw yang paling muda juga tidak mau kalah dengan menjadikan gw sebagai "Best Man"-nya.. Hmm..
Jadilah gw sebagai "Best Man" kedua kali. Ingat bahwa kutukan "Best Man" itu ada dengan satu kali saja menjadi "Best Man" ? Nah ini sudah dua kali untuk gw.
Setelah menjalanin kewajiban sebagai keponakan terbaik, menjadi seorang "Best Man". Kutukan itu pun mulai menampakkan taringnya.
Setelah perpisahan gw dengan pacar serius pertama gw - yang terjadi karena dia selingkuh dengan senior kuliahnya - yang ternyata hanya menginginkan tubuhnya - tidak seperti gw yang benar-benar mencintainya dengan atau tanpa dia memberikan tubuhnya kepada gw - well, mungkin gw naif atau munafik, tapi benar-benar cinta banget gw sama dia.. Dulu.
Gw melarikan diri mengambil kuliah di Bali. Jauh dari semua hal yang mengingatkan gw sama mantan gw itu.
Dan akhirnya gw menemukan cinta serius kedua gw disana.
Cinta yang berawal dari rasa kasihan dan ketertarikan akan seorang wanita.. Ya, wanita, karena sebelum ini gw mencintai seorang gadis atau perempuan, yang sama sekali belum dewasa dan kita pun melakukan hal-hal "bandel" remaja tanpa memikirkan konsekuensi dan lain-lainnya.
Wanita ini sangat dewasa dan sangat menaungi keinginan gw yang baru beranjak dewasa.
Dan akhirnya hubungan serius ini sangat berjalan lancar sehingga gw menghabiskan 14 tahun waktu bersamanya, sampai akhirnya harus terpisah karena hal-hal yang tidak bisa terhindari.
Nah, dari sini kita berlanjut mengenai cerita pernikahan paman gw. Setelah gw dipilih sebagai "Best Man" untuk kedua kalinya, gw dengan bangganya melakukan kewajiban tersebut.
Saat itu pun gw belum mengetahui kutukan ini.
Setelah pernikahan itu berjalan, bibit-bibit kutukan ini mulai berjalan.
Orang tua cewe itu mulai tidak suka dengan gw, meminta macam-macam, dan menuntut hal-hal yang susah untuk dipenuhi.
Tapi gw anggap itu semua biasa. Karena gw lebih percaya dengan keajaiban cinta daripada kutukan.
Well, ketiga kalinya gw menjadi "Best Man".. Ya benar, ketiga kalinya !!
Gw menjadi "Best Man" bagi "Cici" (kakak perempuan) gw yang mempunyai calon suami yang tidak mempunyai sahabat baik.
Dan disitulah mulai gw rasain kutukan ini berjalan.
Karena rasa sayang gw untuk "Cici" gw itu, gw dengan sukarelanya menjadi "Best Man" bagi calon suaminya.
Dan terjadilah kutukan itu, kutukan yang gw tidak percaya ada tetapi benar-benar terjadi.
Disinilah akhirnya gw berada, dengan calon istri idaman gw menghilang dari pelukan gw, dengan membusuknya arah masa depan gw, dengan menghilangnya cita-cita indah gw.
Tiga orang wanita yang gw deketin setelah kejadian itu menghilang satu-persatu..
Dan sampai sekarang walaupun gw masih memikirkan mereka, tampaknya hidup mereka tidak akan menjadi bahagia dengan adanya gw di dalam hidup mereka itu.
Jadi terpaksa, gw dengan berat hatinya meninggalkan mereka supaya mereka bisa melanjutkan hidupnya masing-masing dan mencapai kebahagiaan dalam hidup mereka, walaupun tanpa gw, dan gw yang bakal tidak bahagia tanpa mereka.
Kutukan itu ada, benar-benar ada.
Dan dengan tiga kali menjalani kutukan itu, gw benar-benar merasa tidak ada cinta lagi untuk gw yang akan berjalan lancar, karena sudah 3 kali, 3 kali kutukan itu gw langgar.
Dan akibatnya 3 kali lipat kutukan itu lebih kuat sama kehidupan gw.
Disinilah akhirnya gw berada, di tempat dimana gw mulai bermimpi, mulai membangun hidup gw yang hancur karena cinta pertama gw yang serius.
Di tempat pelarian gw dari sakit hati gw, di tempat gw mencoba hidup kembali.
Dan tetap sendiri.
Karena kutukan "Best Man" itu ada.. Benar-benar ada.. Jangan pernah menyepelekannya.. Karena hal itu benar-benar nyata.
Gw mengalaminya dan semoga kalian tidak mengalaminya.
*ps: gw benar-benar mabok waktu menulis ini jadi jangan terlalu serius menanggapinya yaa.. =D

Comments
Post a Comment