EMANSISAPI JALANAN !!


Saat pengemudi lainnya marah-marah karena lalu lintas yang stuck begitu saja tanpa bisa maju ataupun mundur, dia malah dengan nyamannya mengeluarkan peralatan kosmetik dari dalam tas Loius Vuitton made in mangga duanya.
Walah..!! astagfirullah bin jalik abdullah makin jabrik !!
Beginilah situasi yang pernah gw lihat di suatu hari yang terik di atas jalanan Jakarta yang terkenal sangat sadis-nya..




So, what's the point exactly ? 
Maaf, tapi menurut gw dari 101 wanita, yang bisa mengemudikan kendaraan dengan baik dan mampu memahami tata cara mengemudi dengan benar hanya 1 orang.
Lho, kok begitu ?
Kenyataannya memang seperti itu. Bukan meremehkan kemampuan seorang wanita, bukan menganggap wanita pengemudi itu semuanya bakalan jadi tragedi apri 2, karena itu obviously kesalahan mengemudi dalam keadaan mabuk yang tidak wanita ataupun laki-laki dilarang untuk dilakukan. Yang pasti juga bukan mengkotak-kotakan wanita dengan kodratnya sebagai ibu rumah tangga saja - hanya seorang istri dari seseorang (seperti jaman-jaman dulu dimana seorang wanita tetangga rumah gw dipanggil sebagai Bu Joyo - karena suaminya bernama Joyo - just somebody's wife). 

Banyak sekali wanita yang lebih maju daripada lelaki di dunia saat ini, bahkan populasi yang berkembang pun menunjukkan peningkatan jumlah kelahiran bayi perempuan di atas laki-laki. Manajer dan direktur pun sekarang ini adalah jabatan yang banyak ditempati oleh wanita. Atlit-atlit tingkat dunia pun banyak wanitanya, dan gw sangat salut dan respek terhadap pencapaian yang mereka telah lakukan. Bahkan gw pun tidak bisa mencapai apa yang telah mereka dapatkan saat ini.
Tapi, nah ini hanya perspektif yang berasal dari pengalaman gw - sinis, sadis tapi terbukti - banyak sekali wanita yang tidak benar-benar bisa mengemudi. Baik itu motor, ataupun mobil (yang banyak gw temuin di jalan).
Mereka "bisa" mengemudi, mengebut, dan sering terlihat di jalan. "Bisa" bukan berarti baik dan benar, "bisa" disini hanyalah suatu kemampuan untuk menguasai sesuatu keahlian tanpa menjadi ahli sebenarnya.
Bukan berarti juga kalau semua laki-laki itu ahli dalam mengemudi. Bahkan gw sendiri pun tidak pernah menganggap gw itu ahlinya mengemudi, cuma gw dengan yakin dapat mengatakan kalau gw itu BISA mengemudi dengan baik dan benar.

Perspektif gw ini berawal dari teori yang gw baca di suatu majalah mengenai perbedaan cara berpikir (sebagian besar) pria dan wanita. Di situ tertulis bahwa laki-laki lebih mengembangkan pola pemikiran berdasarkan logika, dimana wanita lebih ke arah naluri - hence where the old saying came from: "Naluri Seorang Wanita".
Perbedaan pola pemikiran inilah yang menjadi dasar dari tindakan dan keputusan yang dilakukan oleh pria dan wanita, dimana pria lebih sering berpikir secara matematis, membuka setiap kemungkinan-kemungkinan dan mengesampingkan harapan akan terjadinya sebuah "keajaiban" dari keputusan yang akan diambil dan efek kelanjutannya. Wanita lebih mempertimbangkan keputusan berdasarkan kebenaran, kebaikan dan hasil akhir dari keputusannya tersebut. Lebih ke arah "hati" - kebenaran, kejujuran dan kebaikan yang akan dijunjungnya, walaupun ini juga bersifat subyektif.

Wanita percaya akan adanya naluri yang tepat, tindakan yang menurutnya (atau menurut Tuhannya) benar, bukan yang menurut masyarakat sekitar/orang-orang yang terkena efek dari tindakannya itu.
Nah, dari dasar perbedaan pola pemikiran inilah yang menyebabkan adanya ketidak mampuan menelaah dan memilah-milah suatu sistem secara matematis dan mengambil inti dari cara kerja sistem tersebut (seperti yang gw sebutin di atas, sebagian besar saja, tidak semuanya, karena banyak juga wanita yang berprofesi sebagai analis/programmer yang terbiasa dan ahli dalam menjabarkan sistem serta mengembangkannya).

Lalu lintas itu sendiri adalah suatu sistem, yang mengatur cara berjalan semua elemen-elemen yang terkandung di dalamnya, mulai dari pengguna jalan, pengatur jalan dan jalan itu sendiri. Pengguna jalan adalah setiap orang yang berada di atas jalan dalam sebuah periode tertentu, disini salah satunya adalah kendaraan yang melintas di jalan tersebut.
Pengatur jalan adalah lampu dan rambu-rambu lalu lintas serta faktor lainnya yang saling terkait dan bertujuan untuk mengarahkan para pengguna jalan ketika mereka sedang berada di atas jalan tersebut.
Jalan itu sendiri pun adalah suatu sistem di dalam sistem lalu lintas, dimana jalanan mempunyai pembagian atas arah dan tujuan serta pembagian untuk pengaturan para pengguna jalan serta pengatur jalan.

Sistem jalan ini kebanyakan wanita hanya mengetahui tanpa memahami, atau bahkan menghafal jalan tanpa menelaah secara matematis, geografis dan fisik. Sering kali gw temuin wanita yang tau jalan lebih banyak dari pria, tetapi apabila dilakukan suatu pelencengan dari jalur yang dia hafal maka semua itu akan menjadi tidak berguna, karena dia mengetahui tanpa memahami.
Lain halnya dengan para pria pengemudi yang setiap menemui suatu halangan/blokade jalan dapat memutar melewati jalan lain yang notabene baru sekali itu dia lewati dengan pemikiran logisnya bahwa jalan itu seperti sebuah sistem nadi dalam tubuh kita yang pasti berhubungan satu sama lain, sehingga "ada banyak jalan menuju Roma" - seperti kata pepatah.
 

Benar, kedua hal inilah yang seringkali ditemui dalam kehidupan sehari-hari (at least dalam kehidupan gw). Hal kecil tapi sangat berarti bahwa perbedaan pemahaman jalan itu sangatlah berbeda antara pria dan wanita. Pembacaan peta (apalagi sekarang bisa melalui gps yang dengan mudahnya didapat dengan murah di toko aksesoris mobil) menjadi hal yang sangat berbeda di dalam pemahaman pria dan wanita.


Bagi pria, peta terlihat seperti ini:

Hahaha.. bercanda dikit yaa.. biar emosi para wanita yang membaca ini agak sedikit menurun (maaf mba-mba, tapi ini kenyataan)..

Lanjut.. jadi, di gambar tersebut bisa terlihat bahwa di mata pria, peta itu sistematis dan ada interkoneksi satu diantara lainnya, dan menarik !! (seperti menariknya tubuh wanita di mata pria). Banyak jalan bisa ditempuh untuk mencapai tujuan perjalanan. Sedangkan bagi wanita peta lebih terlihat seperti sesuatu yang ruwet dan membingungkan, karena mereka pada dasarnya menghafal jalan-jalan yang terbaik dan biasa dilaluinya tanpa memahami bahwa jalan yang mereka tempuh itu bukanlah satu-satunya jalan untuk mencapai tujuan, karena jalan saling berkaitan satu sama lain.

Nah, sama seperti pemahaman yang berbeda pada sistem jalan, begitu juga terdapat perbedaan pada pamahaman sistem lalu lintas. Dimana pengatur jalan seringkali dianggap sebagai peraturan saja yang akan memberikan sanksi ketika dilanggar bukan sebagai fungsi utamanya: PENGATUR JALAN.
Pengatur jalan sesungguhnya benar-benar mengatur jalan agar para pengguna jalan dapat menikmati jalan atau setidaknya melalui jalan tersebut dengan tanpa adanya gangguan.
Ketika pengatur jalan dilanggar, sanksi terbesarnya bukanlah kena tilang dari polisi, tapi efeknya akan berimbas kepada pengguna jalan yang lainnya. Dan di saat pengguna jalan terkena imbas dari ketidak teraturan jalan ini seringkali berimbas juga terhadap pengguna-pengguna jalan yang lain, sehingga menimbulkan gangguan pada semua elemen yang terdapat dalam sistem lalu lintas tersebut.

Lalu, dengan kekurangan pemahaman seperti di atas, apakah itu yang membuat seseorang menjadi pengemudi yang buruk? YA. Tanpa adanya pemahaman yang jelas atas suatu sistem, maka pengguna akan dapat merusak, minimal mengganggu jalannya sistem tersebut.
Contoh utamanya adalah ketika seseorang berhenti tidak pada tempatnya, dia akan memberikan resiko kecelakaan kepada pengemudi di belakangnya dan kemudian akan berakibat kemacetan bukan hanya pada jalan yang dilaluinya saja, tetapi juga pada jalan-jalan lain yang berhubungan dari jalan tempat dilakukan pelanggaran pengatur jalan itu.
Sebenarnya gw bersama teman-teman pernah ingin memberikan suatu video presentasi mengenai kemacetan di Jakarta, dimana suatu kemacetan besar dan lama berasal dari suatu hal kecil saja di ujung depan sana, seperti iklan yang telah kita banyak lihat ketika pengemudi yang akan memasuki suatu perumahan terpaksa menunggu di depan gerbang parkir karena petugas parkirnya sedang keluar dari posnya. Hallooowwww.... (iklan roko)
Sayang, ide tersebut terpaksa dibatalkan karena kekurangan dana dan inti dari presentasi yang akan kami buat telah direpresentasikan cukup lumayan jelas dalam iklan tersebut. Bahwa satu hal kecil dalam sistem lalu lintas dapat menyebabkan sistem tersebut hancur dalam periode waktu tertentu.

Kembali ke pembicaraan awal, dimana dari perspektif gw, wanita itu pengemudi yang kurang baik. Setelah mengetahui pemahaman wanita atas sistem lalu lintas yang terbatas "sekedar tahu" tanpa mengerti, maka keputusan-keputusan yang dibuat saat wanita berada di kendali kendaraan akan menjadi sangat fatal.
Selain hanya berpatokan kepada "peraturan lalu lintas" - bukan pengatur lalu lintas (hal yang sangat berbeda karena peraturan lebih dianggap bisa dilanggar, sedangkan pengatur dianggap akan memberikan hasil baik), wanita juga menghafal jalur serta tindakan-tindakan yang diambil sewaktu berkendara.
Ketika suatu kelaian pada sistem terjadi (seperti biasa, pada sistem yang paling hebat pun akan terdapat anomali yang dapat merusak sistem - hanya perbedaan dalam efek samping anomali yang dimiliki sistem hebat lebih sedikit/tidak mengganggu sistem itu sendiri), maka keputusan dan tindakan yang diambil harus disesuaikan dengan keadaan. Disinilah peran logika itu penting, ketika dihadapkan kepada beberapa pilihan yang harus diambil salah satunya dalam waktu singkat, naluri seorang wanita akan bertindak lebih cepat daripada logikanya, dan naluri akan menuntunnya sesuai dengan pengalaman yang telah dijalaninya. Jadi lebih berdasarkan pengalaman.
Sedang dalam pemikiran logika, tindakan-tindakan baru dapat menjadi pilihan terbaik bergantung pada situasi yang dihadapkan.

Situasi memaksa, naluri bertindak, keadaan menjawab lain, kecelakaan pun terjadi. Di saat ini biasanya wanita akan mengalami kepanikan yang lebih besar dari pada pria, sehingga tindakan yang diambil ketika panik menyerang akan lebih banyak persentasenya menyebabkan keadaan bertambah buruk.
Disini bisa dilihat bahwa sebanyak kecelakaan yang telah terjadi, seringkali pihak wanita yang menjadi sang pencetus (menabrak). Karena kepanikan tersebut.
Dari sinilah kita sebenarnya bisa melihat bahwa bukan karena pria lebih pintar ataupun lebih bisa dari wanita yang membuat pria adalah pengemudi lebih baik dari wanita, tetapi hanya karena faktor kecil pencetus suatu keputusan dan tindakan di saat keadaan memaksa agar suatu keputusan diambil dengan sangat cepatnya. Naluri melawan logika - seperti kata di majalah itu.

Nah, seperti kata gw sebelumnya, TIDAK SEMUA wanita begini, hanya SEBAGIAN BESAR saja. Ada wanita-wanita yang lebih hebat dalam mengambil suatu keputusan di saat keadaan terdesak, mampu berpikir secara jernih, menelaah dan memikirkan efek samping dari setiap tindakan-tindakan yang akan diambil dan memilih dengan cepatnya tindakan yang harus dilakukan saat itu juga.
Lagipula, banyak juga koq pria yang panik dan tidak bisa mengontrol dirinya saat suatu kejadian buruk menimpanya, jangankan saat terdesak, di saat biasa pun ada pria yang sukar untuk membuat keputusan karena nalurinya lebih berbicara dengan keras dibanding logikanya - ini untuk my menboy yang suka anget-anget tai ayam, omdo (omong doang) dan tidak bisa memilih, bahkan untuk dirinya sendiri.. tapi tetep salah satu temen terbaik gw.. luv u ma menboy.. masbro..

Gw rasa sudah terlalu banyak gw berbicara buruk tentang wanita saat ini, kalau ada salah-salah kata, mohon dimaafkan, karena ini hanya perspektif pemikiran gw yang berasal dari pengalaman pribadi hidup gw.

DAN TERNYATA: Ada juga yang berpikiran sama dengan gw bahwa wanita itu (kebanyakan) adalah pengemudi yang buruk.
Berikut adalah contoh-contoh (serius, kocak dan lebay) yang disebutkannya dalam artikel mengapa wanita adalah pengemudi yang buruk: (100 alasan !! no wonder.. hahaha)
1. Bersolek di depan kaca spion adalah kegiatan waktu luang favorit mereka.
2. Mereka terlalu sibuk berteriak dari kursi penumpang agar pengemudi berhati-hati.
3. Sebuah penelitian di John Hopkins menunjukkan bahwa wanita lebih sering menabrak dibandingkan pria.
4. Mobil kap terbuka tidak hanya menawarkan pandangan yang lebih lapang; kap terbuka juga meningkatkan daya tarik seksual.
5. Mengacuhkan pria menarik di mobil sebelah juga berimbas pada mengacuhkan lampu merah.
6. Mereka tahu suami mereka akan memperbaiki apapun yang mereka rusak.
7. Wanita paham kalimat “Ohhh! Ternyata ini gigi maju dan ini gigi mundur!” akan selalu membantu mereka menghindari masalah.
8. Mereka tidak menyadari betapa bahaya (dan mengganggu) berbicara sambil menyetir.
9. Pedal gas dan rem bisa saling bertukar posisi.
10. Secangkir kopi dan mengirim sms sambil menyetir adalah keharusan.
11. Mereka selalu menancapkan kuku mereka pada setir.
12. Semakin banyak wanita mungil mengemudikan SUV berukuran besar.
13. Wanita yang ketakutan melihat tikus di jalan akan segera membanting setir hingga menyerempet mobil lain setiap saat.
14. Ketika melalui gedung berkaca, mereka memperhatikan penampilan mereka, bukan jalan.
15. Mereka tidak suka menyalakan lampu jauh karena akan menakuti rusa.
16. Mengemudi ugal-ugalan dimulai sejak usia dini.
17. Wanita bisa tiba-tiba berhenti di tengah jalan untuk menelpon stasiun radio saat mereka mendengar pria idaman mereka.
18. Membereskan daftar milik suami sambil mengemudi membutuhkan konsentrasi penuh pada daftar tersebut.
19. Mereka berpendapat bahwa memaki mobil lain lebih baik daripada meningkatkan kemampuan mengemudi mereka.
20. Mengirim pesan singkat untuk Cindy tentang gaya berpakaian Lisa akhir pekan ini adalah kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
21. Ketika mengemudi saat hujan, mereka menghindari lumpur agar ban tidak kotor.
22. 80% wanita Amerika tetap mengemudi hingga mencapai usia 66 tahun, menurut NHTSA.
23. Mereka bisa lolos dari tilang jenis apapun dengan mengenakan pakaian yang tepat.
24. Tidak ada salahnya mengambil kelas singkat tentang peraturan lalu lintas.
25. Mengganti wiper ketika sudah aus adalah pekerjaan yang merepotkan.
26. Mereka kecewa terhadap pelayanan pom bensin yang tidak lagi memberikan pelayanan penuh.
27. Mengebut adalah hasrat terpendam.
28. Wanita suka mengemudi dengan lutut dan siku sambil membubuhkan krim ke dalam kopi mereka.
29. Mereka merasa memutar setir ke kiri dan ke kanan baik bagi kesehatan.
30. Menginjak pedal gas dan rem secara bergantian juga baik bagi kesehatan.
31. Spion tengah dan samping hanya digunakan untuk memeriksa makeup mereka.
32. Mereka tahu montir akan menurunkan harga dengan tatapan muka yang tepat.
33. Berkata bahwa mereka bisa mengemudi lebih baik dibandingkan tahu cara mengemudi.
34. Wanita benci membersihkan salju dari jalan ketika musim dingin.
35. Hal pertama yang mereka lakukan saat merasa kesal adalah naik ke dalam mobil dan mengebut.
36. Mereka mencoba beraksi untuk menunjukkan mereka pun bisa melakukannya seperti pria.
37. Mereka memerlukan konsentrasi penuh saat mengganti saluran radio.
38. Bunyi rem mengganggu mereka, tapi sepadan dengan montir yang akan menyelesaikan masalah mereka.
39. Tidak masalah jika ada sesuatu yang menghalangi pandangan mereka ke belakang.
40. Trotoar dan jalan terlihat sama tingi saat mereka memarkir mobil.
41. Mereka senang mengetahui bahwa perusahaan asuransi akan membereskan semua masalah.
42. Ketika seseorang mengambil jalur mereka, mereka mendekati mobil tersebut untuk mengintimidasi.
43. Mereka benci jika pria berpendapat mereka tidak bisa mengemudi, jadi mereka mengemudi dengan lebih cepat untuk membuktikan sebaliknya.
44. Tanda “Dilarang Masuk” tidak berlaku untuk mereka.
45. Berganti pakaian di dalam mobil kadang menjadi sebuah kebutuhan.
46. Mengganti oli secara rutin bukanlah sesuatu yang harus dilakukan.
47. Memasang tulisan besar-besar pada kaca depan membuat mereka merasa keren.
48. Pada dasarnya mereka adalah pengemudi yang buruk.
49. Mengganti lampu depan dan lampu sign bukanlah hal penting.
50. Mengeluarkan kepala mereka melalui sunroof sambil mengemudi merupakan alternatif pengering rambut.
51. Menulis “Persetan kau” di halaman rumah mantan mereka menggunakan mobil merupakan cara terbaik untuk melampiaskan dendam.
52. Melawan arah lalu lintas boleh dilakukan asal mereka mengemudi dengan perlahan.
53. Wanita sejati tidak mengurangi kecepatan jika ada polisi.
54. Mereka tidak bisa berhenti membaca sebuah buku hanya karena mereka sedang mengemudi.
55. Mereka percaya bahwa jika sesuatu terjatuh, sangatlah penting untuk mengambilnya kembali dalam perjalanan pulang.
56. Menyikat gigi bisa dilakukan bersamaan sambil mengemudi.
57. Jika salah seorang penumpang bau, jendela harus dibuka meskipun sedang badai.
58. Mereka berambisi menjadi Danica Patrick (pembalap Nascar) yang berikutnya; meskipun tanpa didukung oleh keahlian yang memadai.
59. Mereka pikir area kosong di samping kopling bisa digunakan untuk menyimpan dompet mereka.
60. Ban kempes menarik perhatian pria tampan setiap saat.
61. Berpikir menabrak seseorang saat mengemudi merupakan cara terbaik untuk mengatakan “Aku benci kamu”.
62. Mereka tidak menyalakan lampu sein jika kuku mereka baru saja di-manicure.
63. Jika mereka merasa lelah karena mengurus anak, mereka membutuhkan tidur sejenak ketika mengemudi.
64. Terkena lampu merah 1 kali berarti mereka harus mengebut supaya mereka tidak lagi terhenti oleh lampu merah berikutnya.
65. Mengecat kuku mereka sambil mengemudi di jam jam sibuk adalah hal yang biasa bagi mereka.
66. Tanda “Periksa Mesin” tidak berarti apapun bagi wanita. Mereka mungkin tak tahu dimana mesinnya berada.
67. Parkir paralel merupakan musuh utama mereka.
68. Polisi tidur bagi wanita berarti mempercepat kendaraan agar mobil mereka menjadi perlahan dengan sendirinya.
69. Jika orang lain mengemudikan mobil yang sangat unik, menjadi sebuah keharusan bagi wanita untuk menyerempetnya secara perlahan untuk menunjukkan siapa penguasa jalan yang sebenarnya.
70. Menyanyikan lagu favorit mereka mengharuskan mereka memejamkan mata pada bagian yang mereka suka.
71. Mengganti sepatu di jalan raya kadang penting bagi wanita.
72. Mereka menyimpulkan bahwa memarkir mobil dekat hydrant membuat mobil mereka akan diselamatkan terlebih dahulu oleh pemadam kebakaran.
73. Mereka tidak akan berhenti meskipun ada tanda jika tidak ada apapun di hadapan mereka.
74. Mengulik seluruh peralatan yang ada di mobil sambil mengemudi adalah hal yang menyenangkan.
75. Menyisir rambut putri mereka dalam perjalanan ke sekolah merupakan sesuatu yang harus bisa mereka lakukan sambil mengemudi.
76. Setelah ancaman “Jangan sampai aku kesana!”, mereka tetap melakukannya – sambil mengemudi.
77. Jika suami mereka berpendapat bahwa mereka adalah pengemudi yang buruk, pendapat tersebut tidak akan membuat mereka kecewa.
78. Musuh abadi mereka adalah tempat parkir.
79. Menyalakan kemudi otomatis berarti mereka memiliki cukup waktu untuk bersantai sejenak.
80. Terkadang, mereka ingin membuktikan bahwa tanda “E” berarti tanki kosong (empty).
81. Mengibaskan rambut mereka sambil mengemudi adalah hal yang menggemaskan.
82. Mereka meletakkan buku telepon di dasbor dan membacanya sambil mengemudi.
83. Menggunakan sumpal telinga untuk meredam suara anak-anak juga berguna untuk meredam suara lalu lintas.
84. Seperti yang diungkapkan para pria, wanita tidak belajar dari kesalahan mereka.
85. Mereka ingin ikut menyaksikan DVD yang anak-anak mereka saksikan dalam perjalanan.
86. Keluar dari tempat parkir adalah hal yang sangat sulit.
87. Wanita beranggapan bahwa titik buta adalah titik dimana orang buta berdiri.
88. Menemukan pasangan sejati kadang berarti memotong jalur seseorang di jalan untuk mendapatkan perhatiannya.
89. Hanya ada tempat untuk satu orang wanita dalam mobil, jadi wanita GPS yang mengganggu tersebut harus pergi (karena suara GPS biasanya memakai suara wanita).
90. Mereka beranggapan bahwa cara mengemudi yang buruk membuat mereka nampak baik dan tak berdaya.
91. Wanita senang menghias dashboard mobil mereka dengan beragam aksesoris.
92. Bukan sebuah masalah untuk menyuruh salah seorang anak mereka yang masih kecil untuk memegang kemudi sementara mereka menggunakan lipstik.
93. Mereka keliru dalam mengukur ketinggian kanopi ATM drive through (namun pria juga terkadang melakukan hal yang sama).
94. Membuntuti mobil lain dari jarak dekat hanya untuk melihat model rambut pengemudinya adalah sebuah hal yang lumrah.
95. Mereka beranggapan wanita tidak cukup percaya diri berada di belakang kemudi, jadi mereka membunyikan klakson terus menerus.
96. Agar tepat waktu, mereka harus mengemudikan kendaraan mereka 20-30 mil/jam diatas batas kecepatan.
97. Mereka beranggapan bahwa batas maksimum kecepatan adalah batas minimum.
98. Aksi melompati gedung bukan hanya untuk kriminal yang melarikan diri.
99. Cahaya matahari merupakan cara yang baik untuk menggelapkan kulit mereka sehingga mereka tidak berusaha membloknya.
100. Ibu mereka yang mengajarkan mereka mengemudi.


Sumber:

Comments

Popular posts from this blog

Penyesalan itu datang di akhir, kalau di awal itu Pendaftaran

BUCKET LIST

MENGEJAR MAS MAS